Pengaruh Musik Dalam Video Game

Beberapa minggu yang lalu, salah seorang teman saya meng-share sebuah video yang sangat bagus dari YouTube melalui Facebook. Video yang dia share adalah sebuah video dari channel bernama Smooth McGroove. Channel ini berisi video-video Smooth McGroove melakukan grup acapella sendirian (Hold it! Kalau bingung dengan kontradiksi kalimat saya, cek saja video di bawah). Lagu-lagu yang dia cover biasanya merupakan soundtrack-soundtrack video game, kebanyakan dari seri Final Fantasy dan Legend of Zelda.


Saat saya mendengarkan Aerith’s Theme yang di cover oleh Smooth McGroove, bisa dibilang perasaan saya cukup campur aduk, walaupun sebenarnya mendengarkan Aerith’s Theme versi manapun perasaan saya akan sama juga. Begitu lagu ini dimulai, tiba-tiba saja saya akan tersenyum sendiri namun entah kenapa ada perasaan sedih juga saat mendengarkannya, orang-orang yang menggemari game Final Fantasy VII mungkin lebih mengerti akan perasaan yang saya maksudkan ini.

CD Soundtrack Radiant Historia….pamer dikit boleh lah, walaupun miring :p

Musik (atau biasanya sound pada umumnya) memang sudah biasa menjadi salah satu aspek dasar untuk menilai video game. Aspek lainnya antara lain  storyline, gameplay, dan grafis. Banyak orang yang menganggap bahwa sound dan musik dalam game adalah aspek paling tidak penting dibanding dengan tiga aspek lainnya itu. Namun pengalaman saya dengan lagu-lagu seperti Aerith’s Theme di atas membuat saya berpikir bahwa sound dan musik sebenarnya adalah aspek yang luar biasa penting, bahkan terkadang lebih penting daripada storyline dan gameplay dari game itu sendiri. Ada beberapa hal yang membuat saya berpikir bahwa musik dalam game adalah sebuah bagian yang sangat penting dan jauh lebih hebat daripada musik di media lain seperti film. Hal tersebut antara lain:

  • Musik sebagai pembangun suasana

Sound effect dan musik dalam game jelas punya andil besar dalam meberikan feeling tertentu di dalam dunia game yang kita mainkan. Hal ini mungkin paling bisa dimengerti oleh fans game horror, karena grafik saja terkadang tidak cukup untuk meberikan suasana mencekam. Selain suasana mencekam, momen-momen menyenangkan dalam game pun biasanya diwakili musik yang seimbang, ambil saja berbagai jenis Chocobo’s Theme dari seri Final Fantasy.

Contoh lain bagaimana musik dalam game sangat membantu dalam membangun suasana disampaikan dengan epic oleh Jason Schreier di kolom mingguan dia di Kotaku. Artikel yang dia tulis mengatakan bahwa yang membuat adegan kematian Aerith di Final Fantasy VII fenomenal, bukanlah momen saat Sephiroth menusuk Aerith, melainkan saat Aerith’s Theme dimainkan, dan seperti komentar saya tentang lagu ini di atas, saya sangat setuju dengan pendapat Jason tentang hal ini.

Selain membuat pemain lebih menghayati adegan dalam game, musik juga dapat emmbangun suasana untuk hal lain. Ambil contoh game Kingdom Hearts 358/2 Days yang main menu dari game-nya diiringi dengan musik Dearly Beloved. Walaupun memang (hampir) seluruh game Kingdom Hearts diiringi lagu Dearly Beloved di main menu-nya, entah kenapa aransemen di 358/2 Days ini sangat cocok dengan cerita game yang bisa dibilang cukup sedih. Saking cocoknya lagu ini dengan tema game, banyak joke tersebar di kalangan gamer yang mengatakan bahwa bagian paling susah dari Kingdom Hearts 358/2 Days adalah saat harus menekan tombol Start di main menu.

Masih banyak contoh lain dimana musik menjadi hal yang paling membangun sebuah momen dalam video game, tapi beberapa aspek itu mungkin overlap dengan dua poin yang saya bahas di bawah.

  • Musik sebagai icon

Audio terkadang bisa men-define sesuatu lebih baik dibandingkan dengan visual. Mau bukti, bayangkan saja jika seandainya Picasso membuat fan-art Chocobo, pasti orang-orang akan sangat susah mengenalinya. Tapi seandainya fan-art yang sama ditampilkan dengan Chocobo’s Theme sebagai background suara, orang-orang pasti akan langsung mengenali gambar itu sebagai gambar Chocobo. Mungkin beberapa orang akan berkomentar kalau contoh saya di atas itu terjadi karena memang begitulah cara kerja otak manusia. Namun justru hal itulah yang men-support contoh saya lebih dalam.

“bayangkan saja jika seandainya Picasso membuat fan-art Chocobo, pasti orang-orang akan sangat susah mengenalinya.”

Sebuah musik dapat men-define suatu produk dengan sangat efisien, buktinya coba saja dengarkan Final Fantasy Main Theme yang sudah dicover dalam berbagai genre musik, mulai dari klasikal, techno, rock, bahkan sampai ska sekalipun. Apapun genre yang digunakan untuk menyajikan lagu itu, orang yang familiar pasti akan dengan mudahnya langsung merelasikan lagu itu dengan seri Final Fantasy di otak mereka.

  • Musik sebagai hal paling memorable dalam game

Istilah tepat untuk poin yang satu ini mungkin adalah musik sebagai nostalgia machine. Poin ini sangat berhubungan erat dengan dua poin sebelumnya, dimana kelebihan sebuah musik sebagai pembangun suasana dan menjadi icon untuk suatu objek bisa berdampak sangat besar dan menjadi semacam dasar dari seseorang untuk mengingat hal yang bersangkutan. Tidak sedikit gamer-gamer yang memasang soundtrack game di playlist mereka hanya untuk bernostalgia terhadap game yang bersangkutan.Mendengarkan musik dari sebuah game seringkali membantu kita mengingat momen-momen saat sedang memainkan game itu.

Anehnya, terkadang efek nostalgia ini bekerja dengan cukup ajaib. Ambil contoh pengalaman saya dengan salah game RPG terbaik, atau mungkin lebih tepat disebut salah satu game terbaik yang pernah dirilis sepanjang masa, Chrono Trigger. Pertama kali saya memainkan Chrono Trigger adalah 14 tahun setelah game ini dirilis, yaitu tahun 2010. Setelah saya menyelesaikan Chrono Trigger, terkadang saya mendengarkan soundtrack game ini di playlist saya, namun entah kenapa, perasaan nostalgia yang saya rasakan saat mendengarkan musik-musik dari Chrono Trigger membuat saya merasa seperti ini adalah sebuah game yang saya mainkan saat saya kecil, saat game ini baru dirilis 14 tahun sebelum saya memainkannya. Mungkin saja sifat waktu yang relatif mengambil peran dalam pengalaman saya ini, but hey, it’s worth mentioning right?

 

Demikianlah pandangan-pandangan saya mengenai mengapa musik merupakan salah satu aspek paling penting dalam video game. Bahkan dalam kebanyakan kasus, saya rasa impak yang di hasilkan musik dalam game jauh lebih besar daripada impak musik dalam film, walaupun mungkin ini terjadi karena musik dalam game lebih sering diulang-ulang, seperti bagaimana opening musik TV series lebih memilika impak dibandingkan dengan musik pengiring di dalamnya. Tapi pada intinya, menurut saya, musik jelas jauh lebih bermakna dalam video game dibandingkan dengan aspek-aspek lain yang sering dibicarakan orang, seperti grafis misalnya (meh).

Advertisements

8 thoughts on “Pengaruh Musik Dalam Video Game

  1. wkwk sempet2nya pamer OST RH
    jadi inget dulu stuck di menu title pas KH 358 & FFIX uda ampir kelar
    musik yg bagus juga ngurangin kebosanan di gameplay yg repetitif

    BTW tulisan ironi console war blom ada yak, padahal mayan lucu tuh 😀

    1. hahaha niatnya gw juga ga mau masukin, tapi kok pas mau di share FB thumbnail-nya ga ada yang menarik,, jadi gw paksain masukin 1 gambar

      dan ternyata gambarnya ga bisa dijadiin thumbnail juga 😦

      hahaha emang imba banget tuh musiknya 358/2, gameplay0nya mah….meh

      console wars ya,, agak males gw kalo itu, ga bakal bisa subjektif soalnya gw, hahaha

  2. Bagiku musik itu bener-bener malah bikin kita terkenang masa-masa kita main game tanpa perlu melihat game itu, cukup mendengarnya. Andai beberapa tahun kemudian kamu mendengar kembali lagu theme Harvest Moon, kita semua akan ingat saat kita mencangkul, berjalan-jalan, dan bertani.

    Ketika kita dengar lagunya Castlevania, kita ingat sebuah sidescroller dengan karakter Alucard yang menjelajah castle dari Drakula. :3

  3. Hm, menurutku theme-nya Max Payne original adalah yg terbaik sejauh ini, soalnya bisa membawa pemain ikut merasa sedih atas nasib Mas Payno (MaxPayne). Tapi ini jg cukup memukau. Harus cari versi mp3-nya nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s