Pengantagonisan Tokoh Dalam Kisah Fiksi

Bagi kalian yang suka mengikuti kisah fiksi baik dalam bentuk komik, novel, film, maupun game, pasti pernah mendengar sebuah genre yang disebut historical fiction.Historical fiction adalah sebuah genre cerita fiksi dimana setting kejadian ceritanya berlatar belakang sejarah, sehingga banyak muncul tokoh-tokoh sejarah yang karakteristik dan kemampuannya disesuaikan dengan subjektifitas pengarang cerita. Selain historical fiction, ada juga genre fantasi yang diangkat berdasarkan mitologi peradaban tertentu dan melibatkan dewa-dewa di dalam kisahnya. Sama juga dengan historical fiction, fantasi mitologi ini juga memiliki banyak tokoh yang karakteristiknya di sesuaikan dengan pandangan pengarang mengenai karakter yang bersangkutan.

Kisah-kisah dengan genre di atas biasanya memiliki stereotype yang sama, yaitu menggambarkan karakter yang ambisius sebagai karakter bersifat antagonis. Padahal menurut sejarah atau mitos aslinya, karakter tersebut biasanya bersifat netral. Beberapa contoh tokoh yang sering digambarkan sebagai antagonis antara lain:

–          Oda Nobunaga

Nobunaga adalah salah satu tokoh dalam sejarah Jepang yang terkenal sebagai satu dari 3 pahlawan yang berhasil mempersatukan Jepang. Sifatnya yang sangat tegas, serta beberapa strategi perang yang bisa dibilang cukup kontroversial adalah salah satu alasan mengapa sering sekali media popular culture menggambarkan Nobunaga sebagai tokoh antagonis. Salah satu contoh strategi paling kontroversial yang pernah beliau lakukan adalah saat Nobunaga dan pasukannya membakar sebuah kuil Buddha dan membunuh ribuan lelaki, perempuan, dan anak-anak di dalamnya.

Lukisan Oda Nobunaga karangan Giovanni Niccolo

Hal yang Nobunaga lakukan mungkin bisa dikatakan sangat sadis dan tidak berperaasan. Namun perlu diingat juga hal itu dilakukan saat perang. Rasa-rasanya tidak ada yang namanya moral hitan dan putih yang jelas dalam peperangan. Mungkin saja jika Nobunaga tidak melakukan hal kejam yang dia lakukan, akan banyak muncul pertempuran lain yang akan memakan jauh lebih banyak korban. Lagipula, banyak juga pemimpin pasukan lain yang memiliki strategi sadis, namun tetap digambarkan sebagai karakter positif dalam kisah fiksi.

Artwork Nobunaga untuk seri game Nobunaga’s Ambition

Nobunaga meninggal pada tahun 1582 di tangan salah satu anak buah kepercayaannya sendiri, Akechi Mitsuhide. Seringnya penggambaran Nobunaga sebagai antagonis, membuat Akechi Mitsuhide banyak dianggap sebagai lovable traitor. Walaupun banyak juga sejarawan yang menganggap tindakan Mitsuhide sebagai tindakan yang melanggar kode etik Samurai.

–          Cao Cao

Sama seperti Nobunaga, Cao Cao adalah seorang pemimpin yang terkenal sangat tegas. Penggambaran Cao Cao sebagai antagonis mulai terkenal dari salah satu novel klasik paling terkenal dari Cina, Romance of Three Kingdoms. Dalam novel itu Cao Cao, yang juga merupakan rival dari Liu Bei yang merupakan tokoh utama, digambarkan sebagai tokoh yang kejam. Wajar saja jika LuoGuanzhong, pengarang dari Romance of Three Kingdoms, menggambarkan Cao Cao sebagai tokoh antagonis, karena memang sudah sewajarnya sebuah novel memiliki karakter antagonis untuk menjadi lawan dari protagonis.

Cao Cao dalam seri game Dynasty Warrior

Penggambaran Cao Cao sebagai antagonis tidak hanya dari gaya penulisan novel serta sudut pandang cerita saja, sang pengarang bahkan juga menambahkan kejadian-kejadian fiksi untuk menggambarkan Cao Cao sebagai tokoh yang betul-betul jahat. Padahal kalau kita mengesampingkan kejadian fiksi dalam kisah Romance of Three Kingdoms, hal-hal yang Cao Cao lakukan itu memang hal yang sangat wajar dilakukan saat terjadi peperangan.

–          Hades, Anubis, Azrael, serta representasi kematian lainnya

Kematian merupakan sebuah hal yang ditakuti banyak manusia, meskipun kematian sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan. Hal ini membuat sering kali dewa-dewa atau malaikat yang berhubungan dengan kematian digambarkan sebagai tokoh antagonis. Contoh yang paling sering kita lihat adalah bagaimana kisah fiksi fantasi menggambarkan tokoh Hades, penguasa Underworld, dunia tempat orang mati, dalam mitologi Yunani. Kebanyakan cerita menggambarkan Hades sebagai orang yang licik dan serakah. Sering juga Hades digambarkan sebagai seorang dewa yang iri dengan saudaranya, Zeus dan Poseidon, yang menguasai Olympus dan lautan. Padahal kalau menurut mitos aslinya sendiri, Hades adalah dewa yang cukup cool dan bijaksana, bahkan tanpa bantuan Hades, Zeus dan Poseidon tidak akan berhasil menggulingkan kekuasaan ayah mereka, Kronos.

Patung Hades bersama anjing penjaga Underworld, Cerberus

Selain Hades media-media popular culture juga sering menggambarkan entitas yang berhubungan dengan kematian atau takdir dengan image yang negatif. Contohnya seperti penggambaran Anubis, Azrael, The Sisters of Fates, Kali, Hel, Grim Reaper, dan lain-lain.

Masih banyak contoh lain karakter-karakter yang diberi peran antagonis, namun yang saya tulis di sini memang beberapa nama yang saya sendiri cukup familiar. Kalau ada rekomendasi contoh tokoh lain untuk dimasukan ke list ini, langsung saja kontak saya ya. Thanks!

Advertisements

3 thoughts on “Pengantagonisan Tokoh Dalam Kisah Fiksi

  1. aku ngidolain Oda nobunaga sampe beli novel-biografinya dan menurut aku Nobinaga itu sosok samurai yang jenius dan keren. aku setuju sama isi blog ini bahwa nobunaga gak melakukan pembakaran kuil yang menyebabkan wanita, anak2 dan pendeta ikut tewas tapi saat itu memang karena Nobunaga sedang terpojok, dikepung oleh musih dari berbagai arah
    Sayangnya di Sengoku Basara the movie kok dia jadi kesannya jahat banget 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s