Ada Apa Dengan Cinta 2 – Mungkin Bukan Nostalgia yang Kamu Bayangkan

Nostalgia. Nostalgia adalah salah satu hal paling menjual di dunia. Mulai dari musik, kisah fiksi, sampai ke produk makanan pun sering sekali memanfaatkan nostalgia sebagai nilai jual utama mereka.

Selain nostalgia, ada lagi hal lain di dunia yang juga sangat menjual ketika dibungkus dalam produk apa pun. Hal tersebut adalah cinta. Jangankan musik dan kisah fiksi, makanan pun juga kadang menggunakan cinta sebagai salah satu nilai jual utama.

Lalu apa yang terjadi jika dua hal ini, nostalgia dan cinta, digabung dalam sebuah paket yang memang cocok dengan keduanya? Yang akan kamu dapatkan adalah Ada Apa Dengan Cinta 2.

Dua minggu setelah saya menonton Ada Apa Dengan Cinta 2, hanya ada tiga hal bagi saya yang begitu berkesan dari film ini. Pertama adalah banyaknya iklan terselubung di film, kedua adalah musik dan puisi indah yang mengiringinya, dan terakhir adalah kesan nostalgia akan masa muda kita yang untuk sebagian orang sudah tidak bisa didapatkan, dan untuk orang lain di usia yang sama malah mungkin belum didapatkan sama sekali.

Saat saya berbicara soal nostalgia dan Ada Apa Dengan Cinta 2, saya tidak sedang menyinggung soal memori dari prekuelnya yang dirilis belasan tahun lalu. Apa yang saya maksud adalah tentang bagaimana film ini bisa membawa kita ke masa-masa SMA di dalam tubuh pemeran dan kebanyakan penggemar yang jelas jauh dari kata remaja.

Meskipun sudah berusia sekitar 30 tahun, banyak perilaku dari Cinta dan kawan-kawan tampak layaknya anak SMA, atau lebih tepatnya, sangat mirip dengan bagaimana orang-orang seusia mereka bertingkah ketika bertemu teman SMA. Sesuatu yang jelas sangat bisa dimengerti target pasar Ada Apa Dengan Cinta 2.

Tapi pesona utama datang bukan dari interaksi antara teman SMA yang sedang bersenang-senang di dalam tubuh orang dewasa, pesona utama dari film ini hadir dalam wujud interaksi antara Rangga dan Cinta yang meskipun sudah dewasa, lebih terlihat seperti dua sejoli ABG yang sedang merasakan kencan pertama mereka.

Ada Apa Dengan Cinta 2 | Screenshot

Rangga yang tampak begitu semangat sekaligus kaku dengan rencana tur kencannya, Cinta dengan aksi jaga penampilan dan gengsinya, serta masih banyak lagi interaksi lucu di kota Yogyakarta yang benar-benar bisa membawa manusia dewasa merindukan kepolosan dan keluguan kencan pertama menurut saya pribadi adalah nilai jual utama dari Ada Apa Dengan Cinta 2.

Mengutip kata-kata Cinta di filmnya, “the journey is what important, not the destination.” Hal itu juga sangat sempurna bagi Ada Apa Dengan Cinta 2. Momen terbaik dalam film akan kamu temukan di tengah perjalanan kembalinya hati dua remaja dewasa ini bersatu, bukan ketika mereka telah memutuskan bahwa yang satu adalah pasangan yang tepat untuk lainnya, sesuatu yang malah terkesan dipaksakan dan menjadi salah satu poin terendah di sepanjang film.

Ada Apa Dengan Cinta 2 bukanlah sebuah film tentang cinta antara orang dewasa beserta tanggung jawab berat mereka. Film ini justru merupakan sebuah perayaan untuk kisah cinta monyet yang terkadang masih bisa ditemukan di orang-orang dengan usia yang sudah memiliki tanggung jawab lebih.

Ada Apa Dengan Cinta 2 bukanlah sebuah cerita untuk mengingatkan kita tentang pahitnya kehidupan berkeluarga di tengah beratnya persaingan bertahan di kota besar. Ada Apa Dengan Cinta 2 adalah film yang menunjukkan bahwa cinta adalah sesuatu yang tidak mengenal batas usia, spontan, dan penuh kekonyolan.

Penilaian akhir penonton akan Ada Apa Dengan Cinta 2 tidak akan didominasi dari sinematografi, naskah, ataupun akting pemerannya. Penilaian akhir penonton akan relatif tergantung bagaimana penonton tersebut memandang sesuatu yang disebut cinta, dan mungkin juga nostalgia.

Advertisements

2 thoughts on “Ada Apa Dengan Cinta 2 – Mungkin Bukan Nostalgia yang Kamu Bayangkan

  1. Woah! I’m really digging the template/theme of this site. It’s simple, yet effective.
    A lot of times it’s hard to get that “perfect balance”
    between user friendliness and visual appearance. I must say that you’ve done a fantastic job with this.
    Additionally, the blog loads very quick for me on Safari.

    Outstanding Blog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s